Berita Okezone.com on NOBARTV -
5 Pelatih Terburuk di Liga Inggris Musim Ini, Nomor 1 di Ambang Pemecatan

KINERJA sejumlah pelatih di Liga Inggris 2021-2022 kini tengah disorot. Pasalnya, mereka gagal membawa klub yang ditanganinya mendulang hasil manis dan bahkan harus menelan kekalahan besar, seperti yang dialami Manchester United kala menghadapi Liverpool pada akhir pekan lalu.

Ya, perjalanan sejumlah klub di Liga Inggris musim ini mendapat sorotan lebih, khususnya yang berstatus top. Sebab, sejumlah klub sebenarnya dijagokan bertarung memperebutkan gelar juara musim ini. Namun karena kinerja yang inkonsisten, kans itu bisa saja terancam.

BACA JUGA: Mino Raiola Dekati Juventus, Tanda Paul Pogba Segera Tinggalkan Manchester United

Sejumlah pelatih pun dinilai bertanggung jawab atas kondisi buruk yang menimpa timnya. Tak ayal, isu pemecatan pun ramai dikaitkan dengan sosoknya.

BACA JUGA: Supaya Tak Dipecat Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer Disarankan Cadangkan Cristiano Ronaldo

Lalu, siapa saja pelatih yang mengalami hal itu? Sebagaimana dilansir Sportskeeda, Rabu (27/10/2021), berikut lima pelatih terburuk di Liga Inggris musim ini.

5. Xisco Munoz – Watford

Di urutan kelima, ada nama Xisco Munoz. Dia merupakan pelatih Watford. Sebenarnya, mantan pemain sayap itu cukup sukses dalam menjalani karier kepelatihan. Dia membawa klub yang sebelumnya dilatih, Dinamo Tbilisi, meraih trofi dalam waktu kurang dari enam bulan.

Menyusul kesuksesan ini, Watford datang memanggil Xisco Munoz pada Desember 2020. Pada akhir musim 2020-2021, dia telah membimbing Watford kembali ke Liga Inggris.

Keputusan ini pun terdengara tidak terlalu buruk, mengingat Watford baru saja dipromosikan dan duduk di posisi ke-15 pada saat pemecatannya. Namun, kinerjanya di musim ini dinilai kurang baik yang langsung berjung pada pemecatan.

4. Marcelo Bielsa – Leeds United

Berikutnya, ada nama Marcelo Bielsa. Dalam banyak hal, Bielsa sudah menjadi kunci penting naiknya Leeds ke Liga Inggris untuk pertama kalinya dalam 16 tahun.

Marcelo Bielsa

Musim lalu, Bielsa pun membawa Leeds finis di posisi kesembilan. Namun di musim ini, pil pahit harus ditelan Leeds. Alih-alih mencetak gol sebanyak mungkin, mereka justru terus kebobolan.

Leeds tampak tidak bersemangat dan tidak yakin dalam menyerang. Leeds kini menghuni posisi ke17 di klasemen dengan hanya satu kemenangan dalam sembilan pertandingan Liga Inggris.

3. Steve Bruce – Newcastle United

Berikutnya, ada nama Steve Bruce. Newcastle United menjadi berita utama secara dramatis selama beberapa minggu terakhir setelah penjualan klub ke Dana Investasi Publik Arab Saudi.

Steve Bruce

Menjadi klub kaya raya, Newcastle langsung dihubungkan dengan sederet pemain kelas dunia. Namun di tengah kabar itu, Steve Bruce diisukan bakal dipecat.

Sejak pengangkatannya pada 2019, Bruce memecahkan rekor transfer klub dengan mengontrak Joelinton, sambil membimbing The Magpies ke posisi 13 pada akhir musim debutnya. Musim keduanya juga berlanjut dengan baik, di mana Newcastle finis di tempat ke-12.

Namun, hasil yang sangat buruk muncul sejak awal musim ini. Newcastle tidak dapat memenangkan satu pertandingan pun sehingga The Magpies saat ini berada di posisi ke-19.

2. Daniel Farke – Norwich City

Nama Daniel Farke juga masuk daftar ini. Farke mungkin memiliki pengalaman dalam mengelola tim Borussia Dortmund, tetapi pekerjaannya dengan Norwich City agak kacau-balau sejak bergabung pada 2017.

Daniel Farke

Norwich kini terancam terdegradasi setelah tergerus ke dasar klasemen. Padahal, Norwich baru saja naik ke Liga Inggris lagi pada musim ini usai mengumpulkan 97 poin di Championship musim lalu. Namun, Norwich gagal bersinar musim ini dengan belum menang sekali pun dan baru meraih dua poin.

1. Ole Gunnar Solskjaer – Manchester United

Terakhir, ada nama Ole Gunnar Solskjaer. Nama pelatih asal Norwegia ini ramai diperbincangkan usai Man United dibantai Liverpool 0-5 pada pekan kesembilan Liga Inggris 2021-2022.

Ole Gunnar Solskjaer

Kekalahan besar ini menimbulkan kekecewaan mandalam bagi banyak pihak. Tak ayal, ramai dibicarakan soal isu pemecatan Solskjaer dari kursi kepelatihan Man United.

Sebenarnya, topik pembicaraan ini bukanlah hal baru. Sejak akhir 2018 ketika dewan Manchester United mempekerjakannyanya sebagai manajer sementara setelah pemecatan Jose Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer gagal memenangkan satu trofi pun bersama timnya.

Kondisi ini pun turut memicu munculnya rumor pemecatan Solskjaer. Namun, posisinya masih aman sampai saat ini. Isu itu pun kembali mencuat pada akhir pekan lalu lantaran hasil di bawah standar Man United yang membuat Setan Merah baru mengemas empat kemenangan dalam sembilan pertandingan.

Hasil buruk mereka bukan hanya di Liga Inggris. Manchester United juga menelan kekalahan dari Young Boys di Liga Champions dan West Ham di Piala Liga Inggris. Setan Merah juga sudah kebobolan 15 gol dalam sembilan pertandingan Liga Inggris musim ini. Karena iti, setelah kekalahan besar yang menghebohkan dari Liverpool akhir pekan ini, seruan untuk pemecatan manajer terus meningkat.

Berita lain Okezone.com