Berita Okezone.com on NOBARTV -
5 Pemain Legenda yang Gagal Total saat Banting Setir Jadi Pelatih, Nomor 1 Eks Manchester United

SEJUMLAH pesepakbola top dunia memutuskan menjalani karier baru usai gantung sepatu. Salah satu pekerjaan yang kerap dijalani para pesepakbola ini adalah menjadi pelatih di tim sepakbola.

Ketangguhan mereka saat menjalani karier sebagai pesepakbola memang tak jarang membuka peluang untuk menjabat sebagai pelatih. Tetapi siapa sangka, kinerja mereka acap kali tak terlihat semanis kala masih menjadi pemain profesional.

BACA JUGA: Sukses Operasi Tumor Besar, Pele Kembali Masuk Rumah Sakit karena Masalah Pernapasan

Bahkan, beberapa pemain yang menyandang status legenda di tim-tim besar, harus gagal total kala menjalani karier sebagai pelatih. Siapa saja mereka? Berikut lima pemain legenda yang gagal total saat banting setir menjadi pelatih.

BACA JUGA: 5 Pesepakbola Bintang yang Hobi Ganti Pacar, Nomor 1 Sampai Belasan Kali!

5. Edgar Davids

Di urutan kelima, ada nama Edgar Davids. Pesepakbola legendaris ini gagal bersinar dalam menjalani karier sebagai pelatih. Padahal, semasa masih aktif bermain, pesepakbola berpaspor Belanda itu mencatatkan kesuksesan besar hingga membela sejumlah klub besar di benua Eropa.

Edgar Davids

Beberapa seperti Inter Milan, Barcelona, Ajax, dan Juventus. Selama bermain di sana, Edgar Davids pun sukses memenangkan banyak trofi. Tak ayal, dia didapuk sebagai salah satu gelandang terbaik Eropa.

Namun, kondisi yang berbeda dialami Davids kala menjadi pelatih. Setelah menjalani tugas sebagai kepala pelatih di Barnet dan Telstar, Davids didapuk untuk mengurusi klub Portugal Olhanese pada Januari 2021.

Davids hanya mencatat delapan kemenangan dalam 19 pertandingan dan gagal membawa timnya ke papan atas klasemen. Kondisi ini membuat pihak klub akhirnya memutuskan untuk memecat Davids. Saat ini, dia sedang menganggur tanpa klub.

4. Alan Shearer

Berikutnya, ada nama Alan Shearer. Prestasinya saat masih menjadi pesepakbola profesional tentu sudah tidak diragukan lagi. Alan menjadi striker paling produktif dalam mencetak gol sepanjang masa kariernya di Liga Inggris.

Alan Shearer

Tak ayal, Shearer mendapat tawaran menjadi pelatih usai memutuskan pensiun. Namun sayang, pesepakbola berkebangsaan Inggris itu gagal dalam menjalani karier barunya itu.

Shearer ditunjuk sebagai kepala pelatih Newcastle United pada akhir musim 2008-2009 dengan harapan dapat menyelamatkan klub dari degradasi. Tapi teranyar, dia gagal memenuhi harapan tersebut dengan menorehkan catatan menyedihkan.

Newcastle hanya meraih lima poin dari delapan pertandingan di Liga Inggris. Pihak Newcastle akhirnya memutuskan memecat Shearer setelah terdegradasi ke Championship di akhir musim.

3. Thierry Henry

Berikutnya, ada nama Thierry Henry. Dia merupakan salah satu pemain yang terbilang cukup sukses bersama Arsenal. Sebab, pemain berkebangsaan Prancis itu membantu Arsenal merebut beragam kesuksesan, termasuk gelar juara Liga Inggris.

Thierry Henry

Tak ayal, setelah memutuskan untuk gantung sepatu, Henry mendapat tawaran untuk menjadi pelatih kepala. Dia menjabat status itu di AS Monaco usai mereka memecat Leonardo Jardim pada 2018.

Monaco tentunya berharap Henry bisa membawa angin perubahan yang lebih baik, tetapi dia gagal melakukannya. Henry memimpin tim Ligue 1 tersebut selama 20 pertandingan dan hanya menang empat laga.

Setelah itu, dia dipecat dan Leonardo Jardim dipanggil kembali untuk membereskan semua kekacauan yang dibuat Henry. Meski gagal di AS Monaco, Henry mendapat penawaran lagi untuk menangani Montreal Impact pada 2019. Di sana, dia juga gagal bersinar. Kini, dia masih menjajal lagi pekerjaan sebagai pelatih, tetapi bukan bertindak sebagai kepala melainkan hanya asisten saja. Jabatan itu diembannya di Timnas Belgia.

2. Diego Maradona

Legenda Argentina memiliki karier kepelatihan yang tidak bisa dilupakan. Saat menjadi pemain, dia dianggap sebagai yang terhebat dan dihormati di seluruh dunia. Sayangnya, saat menjadi pelatih, kariernya tak secemerlang saat menjadi pemain.

Diego Maradona

Ada ekspektasi besar ketika Maradona ditunjuk sebagai pelatih Timnas Argentina jelang Piala Dunia 2010. Sayangnya, dia gagal membawa Argentina melaju jauh setelah tersingkir di babak perempatfinal.

Setelah itu, Maradona menangani klub asal Dubai, Al Wasl. Lagi-lagi, kariernya tak cemerlang. Ia dipecat setelah satu tahun mengelola Al Wasl.

1. Paul Scholes

Di urutan teratas, ada nama Paul Scholes. Dia merupakan pemain legendaris di Manchester United. Bersama klub berjuluk Setan Merah itu, Schloes sukses meraih 25 trofi semasa menjadi pesepakbola profesional.

Paul Scholes

Tak ayal, banyak yang memintanya melanjutkan kesuksesan itu sebagai pelatih usai pensiun. Scholes pun menerima pekerjaan menjadi pelatih Oldham Athletic pada 11 Februari 2011.

Namun, kiprahnya sebagai pelatih tidak sesukses ketika menjadi pemain. Paul Scholes gagal total dan hanya meraih satu kemenangan dalam tujuh pertandingan.

Paul akhirnya memutuskan mengundurkan diri dari kursi kepelatihan hanya 31 hari dari dirinya diumumkan sebagai pelatih. Alasannya, campur tangan dari pemilik klub dalam urusan tim. Meskipun dia pernah menjabat sebagai asisten pelatih sementara di Old Trafford, tidak ada satu pun dari dua tugas tersebut yang terbukti berhasil.

Berita lain Okezone.com