Berita Okezone.com on NOBARTV -
5 Kapten Terbaik dalam Sejarah Liga Champions, Nomor 1 Kini Jadi Rekan Setim Lionel Messi

SOSOK kapten menjadi penting dalam sebuah tim sepakbola. Sebab, kehadirannya bisa terus membakar semangat dan menjaga motivasi para pemain di tim agar hasil manis akhirnya diraih, terlebih jika melakoni laga penting seperti di Liga Champions.

Kehadiran sosok kapten yang hebat ini pun tak jarang dapat membantu timnya meraih kesuksesan besar, seperti meraih gelar juara. Lalu siapa saja kapten tim tersebut? Sebagaimana dikutip dari Sportskeeda, berikut lima kapten terbaik dalam sejarah Liga Champions.

BACA JUGA: Di Liga Champions 2021-2022, PSG Waspadai sang Juara Bertahan Chelsea

BACA JUGA: PSG Gagal Menang atas Club Brugge di Liga Champions, Pochettino Dapat Pembelaan dari Antonio Conte

5. Javier Zanetti

Di urutan kelima, ada nama Javier Zanetti. Dia mungkin menjad salah satu kapten yang paling diremehkan dalam sejarah Liga Champions. Tetapi tidak dapat disangkal, mantan pesepakbola asal Argentina itu telah memainkan peran kunci dalam musim fantastis Inter Milan pada 2009-2010.

Javier Zanetti

Zanetti telah memainkan peran besar dalam kesuksesan Inter menyabet gelar juara Liga Champions pada musim itu. Peran besarnya khususnya ditunjukkan dalam laga semifinal kontra Barcelona. Di laga leg II yang berlangsung di Camp Nou, Zanetti berusaha keras membakar semangat rekan-rekannya agar lolos ke final.

Nerazzurri -julukan Inter- kalah pada malam itu, tetapi tetap lolos ke babak final secara agregat skor. Inter kemudian menyabet gelar juara Liga Champions usai mengalahkan Bayern Munich di partai final dengan skor 2-0.

Kesuksesan ini membuat musim Inter makin manis. Inter tercatat meraih treble winner pada musim itu, dengan dua trofi lainnya didapat dari ajang Liga Italia Piala Super Italia. Zanetti yang serbabisa tidak menghasilkan kontribusi gol pada musim itu, tetapi dia memastikan pasukannya hidup untuk bertarung di banyak kompetisi.

4. Peter Schmeichel

Berikutnya, ada nama Peter Schmeichel. Dia adalah salah satu kiper paling berprestasi yang pernah menghiasi Liga Champions. Seorang penjaga gawang yang eksentrik, namun brilian.

Peter Schmeichel

Pemenang Piala Eropa 1992 itu terpilih menjadi kapten Manchester United di final Liga Champions 1998-1999 melawan Bayern Munich. Peter Schmeichel ditunjuk karena kapten reguler Man United kala itu, Roy Keane, tidak bisa diturunkan lantaran cedera.

Schmeichel melakukan penyelamatan ajaib untuk menggagalkan upaya Ivan Zamorano di semifinal Liga Champions tahun itu. Tapi, dia gagal melanjutkan kinerja apiknya di awal laga final sehingga Bayern Munich memimpin lebih dahulu.

Namun, kombinasi penyelamatan bagus dari Schmeichel telah membuat Man United tak lagi kebobolan. Setan Merah -julukan Man United- pun akhirnya memastikan diri menjadi kampiun usai Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer mencetak gol berturut-turut.

3. Steven Gerrard

Nama Steven Gerrard juga berada dalam daftar ini. Steven Gerrard adalah salah satu kapten terhebat dalam sejarah Liga Champions. Dia merupakan seorang legenda Liverpool yang telah menginspirasi rekan-rekanya pada final Liga Champions musim 2004-2005.

Steven Gerrard

The Reds -julukan Liverpool- dihadapkan dengan pertandingan sengit melawan AC Milan di final Liga Champions musim itu. Di babak pertama, Liverpool pun sudah tertinggal dari AC Milan yang unggul tiga gol.

Namun, semangat dari Gerrard yang kala itu menjadi kapten Liverpool telah membawa timnya bekerja keras di babak kedua. Gerrard bahkan memulai comeback Liverpool dengan mencetak gol lewa sundulannya. Usahanya telah memberi keyakinan kepada rekan satu timnya bahwa pertandingan itu tidak akan berakhir memilukan.

Dua gol lain pun didapat Liverpool usai Gerrard menjebol gawang Bayern. Gol itu dicetak oleh Vladimir Smicer dan Xabi Alonso. Liverpool pun keluar sebagai juara usai memenangi babak adu penalti.

Gerrard pun memimpin Liverpool ke final Liga Champions melawan lawan yang sama dua tahun kemudian. Tapi kali ini, tidak ada hasil semanis sebelumnya. Meski begitu, Gerrard sudah menorehkan namanya sebagai salah satu kapten paling inspiratif di Liga Champions.

2. Paolo Maldini

Selanjutnya, ada Paolo Maldini. Dia secara luas dianggap sebagai salah satu bek sayap terbaik yang menghiasi permainan. Selama karier legendarisnya yang berlangsung 2,5 dekade, Maldini membawa AC Milan ke tiga final Liga Champions dalam lima tahun.

Paolo Maldini

Rossoneri -julukan AC Milan- pun memenangkan dua di antaranya. Kemenangan terakhirnya terjadi pada musim 2006-2007. Maldini pun memainkan peran besar dalam kesukesan itu.

Tak ayal, dia menyabet penghargaan Man of the Match dalam kemenangan Milan di final Liga Champions musim 2002-2003. Kala itu, aksi masterclass yang ditunjukkannya telah membuat Milan sukses melibas Juventus. Kiprah Maldini di Milan tidak dapat dibantah lagi, dia telah menjadi sosok terbaik.

1. Sergio Ramos

Terakhir, ada nama Sergio Ramos. Ramos adalah salah satu bek paling produktif dalam mencetak gol sepanjang sejarah Liga Champions. Total, bek asal Spanyol itu membukukan 15 gol.

Sergio Ramos

Ramos bahkan menyandang status Man of the Match di final Liga Champions 2015-2016. Tak hanya sebagai bek, Ramos juga tampil luar biasa dalam menjalani perannya sebagai kapten Real Madrid.

Berkat kerja kerasnya, Madrid pun bisa mempertahankan gelar juara mereka di Liga Champions. Bahkan, Madrid mencapainya dalam tiga musim beruntun.

Kini, romansa kebersamaan Ramos dengan Madrid telah berakhir. Tetapi, dia bisa menunjukkan kiprah fantastisnya itu bersama tim barunya, Paris Saint-Germain (PSG). Dengan bertandem bersam sederet pemain bintang, seperti Lionel Messi hingga Neymar Jr, Ramos bisa membantu PSG menyabet gelar juara pertamanya di Liga Champions.

Berita lain Okezone.com